Terfavorit & Terbesar di Indonesia

Category: Blog (page 2 of 5)

Indonesia Berpeluang Meraih Dua Gelar di Yonex Thailand Open 2021

Masuk set final kompetisi tingkat super 1000 Yonex Thailand Open 2021, dari 4 wakil yang tampil di semi final (Sabtu, 16/1/2021) Indonesia tinggal tersisa dua wakilnya di set final. Ke-2 wakil yang bisa lolos itu dari bidang ganda putri dan bidang ganda campuran.

Di bidang ganda putri, salah satu pasangan yang masih ada, sukses melalui set semi final. Pasangan favorit ke-5 Greysia Polii/Apriyani Rahayu lolos ke final dengan menaklukkan pasangan Korea Selatan yang disebut favorit ke-3 Lee So Hee/Shin Seung Chan lewat rubber set dengan score 15-21, 21-15, 21-16.

Seterusnya di set final yang akan dikerjakan (Minggu,17/1/2021) Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan bertemu dengan pasangan tuan-rumah yang disebut favorit ke-7 Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.

Selanjutnya, satu wakil Indonesia yang berada di bidang ganda campuran, lolos ke final sesudah di set semi final sukses menaklukkan rivalnya. Pasangan favorit ke-2 Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sukses menaklukkan pasangan Perancis Thom Gicquel/Delphine Delrue lewat pertempuran dua game langsung dengan score 21-16, 23-21. Seterusnya di set final pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan bertemu dengan pasangan tuan-rumah yang disebut favorit pertama Dechapol Puavaranukroh/Taerattanachai.

Sementara dua wakil Indonesia yang lain di set semi final kompetisi yang berhadiah $1.000.000 itu, tidak berhasil meluncur ke final. Anthony Sinisuka Ginting favorit ke-5 tidak berhasil membendung pemain favorit ke-4 dari Denmark Viktor Axelsen. Anthony Sinisuka Ginting harus terima kekalahan dengan score 19-21, 21-13, 13-21.

Begitupun dengan pasangan muda berpotensi yang di juluki “The Babies” Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin pada akhirnya berhenti di semi final sesudah menanggung derita kekalahan dua game langsung dari pasangan Malaysia. Goh V Shem/Tan Wee Kiong dengan score 19-21, 10-21.

Dengan hasil ini. Skeinginan untuk raih gelar tinggal tertumpu pada bidang ganda putri lewat. Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan ganda campuran lewat Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Silahkan kita bantu dalam doa, mudah-mudahan memberi yang terbaik untuk kehormatan bangsa Indonesia untuk merampas gelar.

Nama :Dr. Raiders Salomon Marpaung, MM. Alamat :Jl. Toram I No. 5, Jakarta 11820 Tempat, tanggal lahir :Bandung, 18 April 1962 Status : Menikah Pekerjaan: Guru/Dosen

Seterusnya

Tutup

Greysia/Apriyani Juara Thailand Open, Modal Penting Menuju Olimpiade

Greysia Polii/Apriyani Rahayu tampil cemerlang di gelaran BWF World Tur Super 1000 Thailand Open 2021. Dalam final bidang ganda putri yang ditayangkan secara live di TVRI, mereka sukses menaklukkan pasangan tuan-rumah, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dengan score 2 – 0.

Kompetisi yang diadakan di Impact Ajang, Bangkok, Minggu 17 Januari 2021 itu ialah kompetisi pertama yang mereka turuti semenjak wabah covid-19. Sepanjang berlangsungnya wabah covid-19, BWF memang menggagalkan beberapa kompetisi penting dan berprestise yang direncanakan.

Seperti dijumpai bersama, di kompetisi Thailand Open kesempatan ini juga, dua negara kuat di bidang ganda putri yakni China dan Jepang tidak ikut berperan serta. Walau tanpa China dan Jepang, masihlah ada ganda putri dari Korea Selatan yang berkesempatan memendam impian mereka menjadi juara di kompetisi kesempatan ini.

Di set semi-final sabtu (16/1/2021) lalu, Greysia/Apriani sukses menunjukkan usaha keras mereka dengan menaklukkan wakil Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan. Mereka sukses amankan ticket final ini hari sesudah menang rubber-set dengan score 15-21 21-15 21-16.

Dalam kompetisi Thailand Open ini, Greysia/Apriyani tampil jadi favorit ke-5. Sedang Jongkolphan/Rawinda sebagai lawan mereka di partai final, dengan status sebagai favorit ke-7 .

Bila menyaksikan reputasi tatap muka ke-2 pasangan itu, Greysia/Apriyani memang lebih difavoritkan. Dengan kemenangan di kompetisi kesempatan ini, Greysia/Apriyani sukses melebarkan. Skeunggulan head to head dengan 5 kemenangan dari 6 tatap muka dengan Jongkolphan/Rawinda.

Lebih difavoritkan secara head to head. Ssudah pasti tidak lalu memuluskan cara mereka untuk raih titel juara. Sapa lagi musuh mereka kesempatan ini ialah jawara tuan-rumah. Tetapi, ketenangan dan kematangan berlaga, memberikan peran sampai mereka sukses merampas titel juara pertama di kompetisi sekelas Super 1000.

Laga final Thailand Open 2021 dengan diawali service dari Apriani Rahayu yang selanjutnya menghasilkan point pertama untuk Jongkolphan/Rawinda. Tetapi selanjutnya smash keras Greysia sukses menyamai posisi dan membuat jalannya laga jadi makin memikat dituruti.

Rally panjang lagi memberi warna semenjak awalnya laga. Ke-2 pasangan juga lagi turut serta beradu drive, defence bagus, jual-beli gempuran dan smash ala-ala ganda putri. Game pertama dimenangi Greysia/Apriyani cukup memberikan keyakinan dengan score 21-15.

Mengurai Air Mata Greysia Polii di Final Thailand Open 2021

Dengan apa kita rayakan sebuah kemenangan? Bagaimana ekspresikan keceriaan untuk satu perolehan? Menitikan air mata ialah satu diantara antaranya.

Berikut yang terjadi dengan Greysia Polii. Selesai mengamankan kemenangan di partai final ganda putri Yonex Thailand Open 2021, pemain bulutangkis 33 tahun itu tidak dapat membendung air mata. Seolah tidak ingin ketangkap camera, dia membungkam matanya dengan handuk putih. Apriyani Rahayu cepat dekap sekalian menepuk punggung seniornya itu.

Untuk pasangan ini kemenangan itu mempunyai banyak arti. Pertama, kemenangannya pada Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai bukan hanya menggulingkan unggulan tuan-rumah, tetapi sekalian pastikan mereka naik tribune paling tinggi sebagai jawara.

Greysia Polii tidak dapat membendung tangis selesai keluar sebagai juara Yonex Thailand Open 2021: twitter.com/BadmintonTalk

Gelar ini cukup khusus. Memang ini bukanlah gelar pertama mereka semenjak berpasangan pada 2017 kemarin. Tetapi kemenangan 21-15 21-12 atas favorit tujuh itu jadikan mereka punyai koleksi gelar tingkat Super 1000. Dalam kata lain ini ialah gelar pertama mereka di tingkat paling tinggi itu.

Ke-2 , Greysia dan Apriyani telah 5 kali berjumpa. Keseluruhannya ke-2 nya unggul dengan 4 kemenangan. Tetapi di tatap muka paling akhir di Taiwan Open 2019, Greysia/Apri malah kalah. Sebagai favorit pertama, ke-2 nya berserah rubber set, 18-21, 21-12, 17-21.

Kemenangan ini jadi pembalasan prima. Bukan hanya itu, pasangan beda angkatan ini juga kembali menambahkan catatan keunggulan atas wakil tuan-rumah Itu.

Greysia dan Apriyani bawa pulang hadiah yang cukup banyak: twitter.com/BadmintonTalk

Ke-3 , Greysia dan Apri jaga muka Indonesia di kompetisi pertama BWF World Tur tahun 2021. Sesudah lebih dari 8 bulan vakum karena wabah Covid-19, ke-2 nya sukses mengidentifikasi kembali bergeliatnya persaingan dengan prima.

Ini ialah salah satu gelar yang dapat dicapai tim Indonesia. Sesungguhnya team Merah Putih dapat raih dua gelar seandainya saja Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sanggup melulutkan ganda campuran tuan-rumah, Dechapol Puavanukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Walaupun dengan status favorit dua, Praveen/Melati sesungguhnya lebih difavoritkan daripada favorit paling atas itu. Dalam enam tatap muka awalnya, empat salah satunya sukses mereka ambil. Praveen/Melati tidak pernah kalah dalam empat pertemuan paling akhir, terhitung di final All England 2020.

Ganda Putri Juara, Mending Mana sama Ganda Putra?

Sesudah istirahat nyaris 10 bulan, beberapa pemain dunia bertanding kembali di gelaran Thailand Open 2021. Jika menyaksikan performa Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti, mereka kelihatannya makin bertambah gendut saat wabah. Penglihatan saya dapat salah sich. Anyway respek ama mereka. Luar biasa bisa juga sampai ke set final, walau pada akhirnya kalah sama ganda Thailand, Dechapol Puavaranukroh/ Sapsiree Taerattanachai. Dechapol/ Sapsiree ini yang mereka taklukkan saat final All England 2020 dahulu.

Indonesia memperoleh satu gelar dari ganda putri di Thailand Terbuka ini. Pasangan Gresya/ Apri menaklukkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai. Walau memberikan kepuasan untuk bidang ganda putri, tetapi pantas diakui jika mereka ini pemain tua. Khususnya Greysia Polii yang telah berumur 33 tahun, dan berpredikat “nyonya” karena baru menikah. Maknanya pergantian ganda putri benar-benar lamban. Lapisan dari Greysia/ Apriyani Rahayu, masihlah jauh prestasinya.

Bisa saja coach Eng Hian pusing sekarang ini. Apa ingin menjaga Greysia/ Apri atau ingin fokus ke ganda lapisan, misalkan Ribka/ Fadia. Tidak boleh tidak boleh…. ini pemikiran negative saya sich. Kemenangan Grey/ Ap ini sama persis Fitriani saat juara Thailand Open tahun 2019. Habis juara di Bangkok, Fitriani tidak pernah juara kembali (saksikan kemenangan Fitriani di sini). Kita harap PBSI punyai peraturan yang bijak untuk menangani jarak angkatan ganda putri ini.

Itu ganda putri. Nah, kebalikannya prestasi di bidang ganda putra. Walau tanpa gelar, tetapi sudah melahirkan pasangan umur 19 tahun: Leo Rolly Carnando/ Daniel Marthin, yang capai set semi-final. Mereka menaklukkan beberapa pemain besar dari Thailand, Inggris, dan seniornya di pelatnas –yaitu Fajar Alpian/ Muh Rian Hardianto.

Peraup medali perunggu olimpiade, Marcus Ellis/Chris Langridge, juga mereka babat. Pasangan Leo/ Daniel ini patut dihandalkan –minimal buat tampil di Sea Games tahun depannya. Usia 19 tahun, apa lagi disokong game dalam bulu tangkis masih menggunakan rally poin, bisa saja mereka akan bertahan barang 15 tahun dari saat ini. Sebagai referensi umur Hendra Setiawan yang bermain bagus meskin umur 36 plus. Kemungkinan Leo/ Marthin ini bisa turut olimpiade 3 (tiga) kali –anggaplah tahun 2025, 2029, dan 2033. Juga gelaran Asian Games mereka dapat mungkin 2 peluang turut.

Thailand Open Super 1000 2021 Edisi 1 Bagi-bagi Gelar: Haus Badminton Lover Terobati

Pandemi Covid 19 sudah bawa imbas yang lumayan besar terhitung di dunia badminton, bagaimana tidak, sesudah sekita 10 bulan vakum pada akhirnya BWF melangsungkan Thailand Open yang kesempatan ini jadi super 1000 dan 2x diselenggarakan di Thailand sebagai Road To Final yang diselenggarakan di Thailand tidaklah sampai 2 minggu kembali.

Dengan diawali Thailand seri Super 1000, ada secercah keinginan sesungguhnya sesudah China dan Jepang memundurkan diri, tetapi sebenarnya di pertandingan Terakhir, Indonesia cuman tempatkan 2 wakilnya yakni di bidang kombinasi Praven Jordan dan Melati Oktavianti dan di bidang ganda putri Aprina Rahayu dan Greysia Polli. Sesungguhnya ada 3 wakip Indonesia di semi final, tetapi Ginting harus gagal oleh salah satunya empunya smash kuat Eropa sekarang yakni Victor Axelsen dengan 19-21, 21-13, dan 13-21.

inkuiri.com Pada pertandingan pembuka dimulai oleh bidang kombinasi di mana Pramel harus kalah oleh. Sganda campuran tuan-rumah Dechapol dan Sapsiree dengan rubber set 3-21,22-20, dan 18-21. Ternyata Pramel terlambat panas dan nampak pada awal dengan cuman memperoleh poin 3, tetapi sesudah bangun di set 2. Sdi set 3 yang berjalan ketat dan sempat pernah selalu unggul pada. Sakhirnya kalah dengan 18-21 oleh favorit 1 itu hingga Thailand memperoleh satu gelar.

Di bidang ke-2 yakni ganda putra. Sdiambil oleh pasangan China Taipei lewat pertempuran seru sesudah ganda. Smereka Le yang Wang Chi-Lin yang ialah favorit ke enam menang rubber. Sset 21-16,21-23,dan 21-19 atas wakil salah satu Malaysia yang tempo. Shari menaklukkan pasangan keinginan penerus ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando dan Daniel Martin.

Pada bidang ke-4 ada final idel tunggal putri yang kesempatan ini diambil oleh Spanyol lewat sang. Sempunya pekikan kuat di tunggal putri Carolina Marin yang tundukkan. Tai Zu ying yang disebut favorit pertama dengan score 21-9 dan 21-16. Ssecara mengagetkan Marin menang gampang dalam pertandingan itu karena awalnya. Sdiprediksikan akan berjalan alot bahkan juga rubber yang berada di asia ini benar-benar populer.

Greysia/Apri Juara dan “Misteri 3 Poin” Praveen/Melati di Final

Dari gelaran Yonex Thailand Open 2020/2021 yang masuk set final , team bulu tangkis Indonesia sukses raih satu titel juara. Hasil ini dicapai oleh pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu dari bidang ganda putri.

Pada partai final yang berjalan pada Minggu 17 Januari 2020 tadi siang , Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses raih kemenangannya pada pasangan ganda putri Thailand yakni Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dengan 2 set langsung 21-15 , 21-12. Dengan begitu team bulu tangkis Indonesia sukses raih satu titel juara di gelaran Yonex Thailand Open 2020/2021 yang berjalan di Impact Ajang Bangkok Thailand.

Gelaran bulu tangkis Yonex Thailand Open 2020/2021 yang diadakan mulai 12 Januari – 17 Januari 2021 ini jadi gelaran bulu tangkis BWF pertama sesudah akhir kali ada Malaysia Masters 2020 , Indonesia Masters 2020 , Thailand Masters 2020 , Badminton Asia Tim Championship 2020 , Barcelona Masters 2020 , All England 2020 dan Denmark Open 2020 yang sempat pernah diadakan pada Oktober 2020 lalu.

Jumlahnya moment olahraga bulu tangkis sampai gelaran olimpiade Tokyo Jepang yang sebelumnya diadakan 2020 harus diundur sampai tahun 2021 ini karena imbas wabah. Covid-19 yang menerpa sebagian besar negara di dunia terhitung Indonesia.

Saat itu , semestinya Team bulu tangkis Indonesia dapat raih gelar dari bidang ganda campuran. Tetapi sayang , Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tidak berhasil raih titel juara sesudah kalah atas pasangan ganda campuran Thailand yakni. Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dengan rubber set yakni 3-21 , 22-20 , 18-21.

Saat itu dari bidang ganda putra sukses dicapai oleh pasangan Lee Yang/Wang Chi-Lin asal. China Taipei sesudah sukses menaklukkan pasangan ganda putra. Malaysia yakni Goh V Shem/Tan Wee Kiong dengan rubber set yakni 21-16 , 21-23 , 21-19.

Dari bidang tunggal putri. Carolina Marin asal Spanyol sukses raih titel juara sesudah menaklukkan. Stunggal putri asal China Taipei yakni Tai Tzu Ying dengan 2 set langsung yakni 21-9 , 21-16.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu Penuhi Harapan Meraih Gelar Yonex Thailand Open 2021

Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses selamatkan muka Indonesia di ajang bulu tangkis dunia sekalian cetak rekor jadi pasangan ganda putri Indonesia pertama sebagai juara pada kompetisi BWF World Tur Super 1000. Pasangan ganda putri rangking delapan dunia yang difavoritkan di urutan ke-5 ini sesungguhnya mulai memperlihatkan pertanda bisa menjadi juara Yonex Thailand Open 2021 sesudah sukses singkirkan rangking empat dunia sekalian favorit ke-3 Lee So Hee/Shin Seung Chan dari Korea Selatan di semi final.

Perkiraan itu pada akhirnya bisa dibuktikan dengan kesuksesannya menaklukkan pemain tuan-rumah Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai yang difavoritkan di urutan ke-7 di set final yang diadakan ini hari (Minggu,17/1/2021) di Impact Ajang, Bangkok.

Lewat pertempuran dua set langsung sepanjang 52 menit, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dengan gampang mengalahkan pasangan tuan-rumah itu dengan score 21-15, 21-12 yang mengantarkannya penuhi keinginan Indonesia untuk raih titel juara di kejuaraan yang berhadiah $1.000.000 ini sekalian raih hadiah 74.000 dolar AS atau lebih dari 1 milyard rupiah.

Hasil ini menunjukkan kesuksesan sektor pembimbingan prestasi di bidang ganda putri yang sudah memberi yang terbaik untuk kehormatan negara dan bangsa Indonesia dengan merampas titel juara salah satu di kompetisi BWF World Tur Super 1000 Yonex Thailand Open 2021 ini. Mudah-mudahan prestasi ini jadi pembuka jalan untuk prestasi selanjutnya di gelaran serangkaian kompetisi. HSBC BWF World Tur Super selama setahun ini.

Saat itu, satu wakil Indonesia yang lain yang bertahan sampai set final di bidang ganda campuran. Stidak berhasil raih gelar sesudah di set final harus mengaku keunggulan rivalnya. Pasangan rangking empat dunia yang difavoritkan di urutan ke-2. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti kalah atas pasangan tuan-rumah. Syang disebut rangking tiga dunia yang difavoritkan di urutan. Skesatu Dechapol Puavaranukroh/Taerattanachai, lewat pertempuran seru yang berjalan sepanjang 56 menit dan usai rubber set dengan score 3-21, 22-20, 18-21.

Nama :Dr. Raiders Salomon Marpaung, MM. Alamat :Jl. Toram I No. 5, Jakarta 11820 Tempat, tanggal lahir :Bandung, 18 April 1962 Status : Menikah Pekerjaan: Guru/Dosen

Seterusnya

Tutup

Perjalanan “Sang Juara” Yonex Thailand Open

Yonex Thailand Open S1000 yang diadakan di Impact Ajang, sudah usai diadakan pada minggu (17/1). Kompetisi ini adalah serangkaian dari BWF World Tur yang sempat pernah terlambat karena ada Wabah Covid-19. Dan sekalian adalah runtutan kompetisi yang akan diadakan tiga minggu beruntun, yakni Thailand Open-Thailand Master-BWF World Tur Finals.

Pada kompetisi kesempatan ini beberapa pemain kelas atas yang tidak dapat turut. Tiongkok dan Jepang mengatakan tidak dapat mengikut kompetisi ini karena terhalang wabah. Maka pemain favorit dari negara itu harus harus tulus untuk semakin sedikit bersabar menanti kembali.

Beda hal dengan Indonesia, yang pada Denmark Open pada bulan Oktober tahun kemarin tidak dapat mengirim wakilnya karena wabah, karena itu peluang pada Thailand Open tahun ini dapat digunakan sebagus-sebaiknya.

Karena tidak ikutnya pemain teratas dari Tiongkok dan Jepang, memberi peluang untuk beberapa pemain lain untuk mengambil langkah lebih jauh kembali.

Minimal dari bidang tunggal putra, yang umumnya stabil juara ialah Kento Momota, tidak dapat turut, karena itu dapat digunakan oleh pemain tunggal dari negara. Begitu juga dari bidang yang lain, yang stabil juara cuman itu-itu saja.

Kompetisi yang berhadiah $1,000,000 yang dikerjakan pada 12-17 Januari 2021 sudah hasilkan beberapa juara di beberapa bidang.

Dan yang keluar sebagai juara tiap bidangnya berlainan negara, maknanya tidak ada negara yang dobel dalam merangkul titel juara. Silahkan kita ulas perjalanan si juara dari bermacam bidang.

Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai- Juara Ganda Kombinasi

Pemain dari Thailand ini, yang berpeluang jadi tuan-rumah kesempatan ini keluar sebagai juara ganda. Mereka ialah favorit 1 pada kompetisi kali dan adalah pemain rangking 3 dunia.

Pada set 1 mereka sukses menaklukkan pemain dari Malaysia Hoo Peng Ron/ Cheah Yee See dengan rubber set 18-21 21-16 21-15. Pada set selanjutnya mereka kembali menaklukkan pemain dari Malaysia yakni Goh Suan Huat/ Lai Shevon Jamie dengan rubber set 20-22 21-18 21-12.

Selanjutnya pada Perempat Final. Smereka kembali berjodoh dengan pemain Malaysia. Stetapi kesempatan ini yang mereka musuh ialah peraup medali perak Olimpiade Rio 2016. Mereka sukses menaklukkannya dengan straight game 21-18 21-13.

Puji Thailand Pengamanan Covid-19 yang Ketat, Tiongkok dan Jepang Absen

Dia merengkuh pelatihnya sekalian menitikan air matanya , dan mengutarakan, “Ayah Saya Sayang Kamu” ke publik media sesudah pastikan Juara Yonex Thailand Open 2021. Begitu juga, air mata itu ialah tangisan gembira Marin dan pernyataan terima kasih ke Ayahnya yang sudah berpulang pada Juli tahun kemarin. Mungkin hadiah khusus buatnya.

Untuknya, kemenangan dua game langsung atas Tai Tzu Ying, 21-9 dan 21-16 sangat terasa khusus. Karena sesudah kekalahan di Indonesia Master tahun kemarin, dia tidak pernah rasakan tribune paling tinggi kembali.

Tidak itu saja, gelar ini ialah buah perjuangan kerasnya sesudah comeback dari lukanya sepanjang 8 bulan. Mangkir 8 bulan membuat dia mengawali jauh dari awalnya kembali, rankingnya turun jauh sampai ke status 30-an waktu itu. Tetapi, perlahan-lahan kembali naik, set untuk set dia lewati. Quarter final, semi-final, sampai pucuknya capai final sekalian keluar sebagai jawara Yonex Thailand Open 2021. Antiknya, Dia kembali mengulang kemenangan yang serupa atas Tai Tzu Ying seperti pada Perancis Terbuka 2019. Waktu itu dia meraih kemenangan dengan straight game, dengan 21-16, dan 21-9.

Walaupun didera luka, rankingnya turun mencolok, sampai dia ditinggalkan Ayah tersayang sesudah Spain Master 2020 di Barcelona tidak menangguhkan tujuannya untuk selalu beprestasi. Impact Ajang jadi saksi. Permainan agresif dia perlihatkan, teriakan-terikan ciri khas kepunyaannya juga begitu. Gabungan permainan itu berbuah hasil manis. Juara Yonex Thailand Open Super 1000.

Dia menulis rekor baru untuk pribadinya sendiri. Pemain dari Hueca itu mencatakan diri sebagai pemain putri Eropa pertama yang sukses memenangkan kompetisi Super 1000 sekitar 3x.

Gresyia Dedikasikan Kemenangan untuk Si Kakak

Gresyia dipeluk Apriyani sesudah pastikan Juara di Final Thailand Open. Sumber: Twitter @BadmintonTalk

Tidak cuman Marin, di posisi yang serupa, Greysia Polii mempersembahkan piala pemenangnya itu ke si kakak tersayang yang sudah berpulang beberapa lalu. Dia sesungguhnya tiba ke Thailand dalam situasi duka. Tapi, benar-benar tidak menunjukkanya. Pemain senior itu tidak biarkan duka cita yang menerpanya memengaruhi perform di atas lapangan.

Viktor Axelsen, Motivasi Ayah Baru, dan Move on dari Cedera

Satu titel juara, satu finalis, dan dua semifinalis jadi perolehan Indonesia di kompetisi bulu tangkis BWF World Tur Yonex Thailand Open 2021 yang diadakan minggu kemarin.

Hasil itu termasuk bagus. Intinya karenanya kompetisi pertama sesudah bulu tangkis tidur panjang sepanjang 10 bulan karena wabah. Belum juga berlaga di periode wabah dengan implementasi prosedur kesehatan ketat.

Keseluruhannya, Indonesia bahkan juga jadi ‘juara umum’. Tetapi, walau bagus, perolehan itu belum optimal. Pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia semestinya dapat raih hasil lebih baik dari itu.

Beberapa badminton lovers (BL) Indonesia yang sepanjang seminggu kemarin memeriahkan jagad sosial media lewat banyak komentar mereka di beberapa account bulu tangkis, mengharap perolehan gelar lebih.

Bahkan juga jika dapat raih empat gelar, yaitu di nomor tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Sementara untuk tunggal putri harus sesuai kenyataan.

Keinginan itu yang dikumandangkan beberapa pencinta bulu tangkis saat Anthony Sinisuka Ginting dan teman-kawna tampil kembali di Thailand Open 2021 ‘sesi II’.

Ya, minggu ini, Thailand Open akan kembali diadakan. Kompetisi BWF World Tur Super 1000 ini diadakan mulai Selasa (19/1) sampai Minggu (24/1). Jika minggu kemarin, sponsornya Yonex, kesempatan ini Toyota.

Pertanyaannya, jika minggu kemarin Indonesia raih satu gelar melalui pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriani Rahayu, bagaimana di Thailand Open edisi II ini?

Jawabnya bisa banyak tergantung hasil dari mawas diri pemain dan penilaian pelatih mengarah pada performa di Thaland Open minggu kemarin.

Jika, Thailand Open sesion I tersisa pekerjaan rumah (PR) yang perlu dituntaskan, baik oleh pemain pelatih. Jika PR itu dapat dirampungi, perolehan di Thailand Open sesion II akan lebih bagus.

Tunggal Putra Gampang Raib Konsentrasi

PR apa sajakah?

Silahkan kita berbicara per bidang. Diawali pada tunggal putra. Kita ketahui, ada tiga tunggal putra Indonesia yang tampil di Thailand Open minggu kemarin.

Hasilnya, Shesar Hireen Rhustavito tersisih diperputaran II. Jonatan Christie out di perempat final. Anthony Sinisuka Ginting berhenti di semi-final. Jonatan dan Ginting kalah atas pemain yang serupa, Viktor Axelsen (Denmark) yang pada akhirnya menjadi juara.

error: Content is protected !!