Website Online Terpercaya

Terfavorit & Terbesar di Indonesia

Archives (page 3 of 6)

Greysia Polii/Apriyani Rahayu Penuhi Harapan Meraih Gelar Yonex Thailand Open 2021

Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses selamatkan muka Indonesia di ajang bulu tangkis dunia sekalian cetak rekor jadi pasangan ganda putri Indonesia pertama sebagai juara pada kompetisi BWF World Tur Super 1000. Pasangan ganda putri rangking delapan dunia yang difavoritkan di urutan ke-5 ini sesungguhnya mulai memperlihatkan pertanda bisa menjadi juara Yonex Thailand Open 2021 sesudah sukses singkirkan rangking empat dunia sekalian favorit ke-3 Lee So Hee/Shin Seung Chan dari Korea Selatan di semi final.

Perkiraan itu pada akhirnya bisa dibuktikan dengan kesuksesannya menaklukkan pemain tuan-rumah Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai yang difavoritkan di urutan ke-7 di set final yang diadakan ini hari (Minggu,17/1/2021) di Impact Ajang, Bangkok.

Lewat pertempuran dua set langsung sepanjang 52 menit, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dengan gampang mengalahkan pasangan tuan-rumah itu dengan score 21-15, 21-12 yang mengantarkannya penuhi keinginan Indonesia untuk raih titel juara di kejuaraan yang berhadiah $1.000.000 ini sekalian raih hadiah 74.000 dolar AS atau lebih dari 1 milyard rupiah.

Hasil ini menunjukkan kesuksesan sektor pembimbingan prestasi di bidang ganda putri yang sudah memberi yang terbaik untuk kehormatan negara dan bangsa Indonesia dengan merampas titel juara salah satu di kompetisi BWF World Tur Super 1000 Yonex Thailand Open 2021 ini. Mudah-mudahan prestasi ini jadi pembuka jalan untuk prestasi selanjutnya di gelaran serangkaian kompetisi. HSBC BWF World Tur Super selama setahun ini.

Saat itu, satu wakil Indonesia yang lain yang bertahan sampai set final di bidang ganda campuran. Stidak berhasil raih gelar sesudah di set final harus mengaku keunggulan rivalnya. Pasangan rangking empat dunia yang difavoritkan di urutan ke-2. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti kalah atas pasangan tuan-rumah. Syang disebut rangking tiga dunia yang difavoritkan di urutan. Skesatu Dechapol Puavaranukroh/Taerattanachai, lewat pertempuran seru yang berjalan sepanjang 56 menit dan usai rubber set dengan score 3-21, 22-20, 18-21.

Nama :Dr. Raiders Salomon Marpaung, MM. Alamat :Jl. Toram I No. 5, Jakarta 11820 Tempat, tanggal lahir :Bandung, 18 April 1962 Status : Menikah Pekerjaan: Guru/Dosen

Seterusnya

Tutup

Perjalanan “Sang Juara” Yonex Thailand Open

Yonex Thailand Open S1000 yang diadakan di Impact Ajang, sudah usai diadakan pada minggu (17/1). Kompetisi ini adalah serangkaian dari BWF World Tur yang sempat pernah terlambat karena ada Wabah Covid-19. Dan sekalian adalah runtutan kompetisi yang akan diadakan tiga minggu beruntun, yakni Thailand Open-Thailand Master-BWF World Tur Finals.

Pada kompetisi kesempatan ini beberapa pemain kelas atas yang tidak dapat turut. Tiongkok dan Jepang mengatakan tidak dapat mengikut kompetisi ini karena terhalang wabah. Maka pemain favorit dari negara itu harus harus tulus untuk semakin sedikit bersabar menanti kembali.

Beda hal dengan Indonesia, yang pada Denmark Open pada bulan Oktober tahun kemarin tidak dapat mengirim wakilnya karena wabah, karena itu peluang pada Thailand Open tahun ini dapat digunakan sebagus-sebaiknya.

Karena tidak ikutnya pemain teratas dari Tiongkok dan Jepang, memberi peluang untuk beberapa pemain lain untuk mengambil langkah lebih jauh kembali.

Minimal dari bidang tunggal putra, yang umumnya stabil juara ialah Kento Momota, tidak dapat turut, karena itu dapat digunakan oleh pemain tunggal dari negara. Begitu juga dari bidang yang lain, yang stabil juara cuman itu-itu saja.

Kompetisi yang berhadiah $1,000,000 yang dikerjakan pada 12-17 Januari 2021 sudah hasilkan beberapa juara di beberapa bidang.

Dan yang keluar sebagai juara tiap bidangnya berlainan negara, maknanya tidak ada negara yang dobel dalam merangkul titel juara. Silahkan kita ulas perjalanan si juara dari bermacam bidang.

Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai- Juara Ganda Kombinasi

Pemain dari Thailand ini, yang berpeluang jadi tuan-rumah kesempatan ini keluar sebagai juara ganda. Mereka ialah favorit 1 pada kompetisi kali dan adalah pemain rangking 3 dunia.

Pada set 1 mereka sukses menaklukkan pemain dari Malaysia Hoo Peng Ron/ Cheah Yee See dengan rubber set 18-21 21-16 21-15. Pada set selanjutnya mereka kembali menaklukkan pemain dari Malaysia yakni Goh Suan Huat/ Lai Shevon Jamie dengan rubber set 20-22 21-18 21-12.

Selanjutnya pada Perempat Final. Smereka kembali berjodoh dengan pemain Malaysia. Stetapi kesempatan ini yang mereka musuh ialah peraup medali perak Olimpiade Rio 2016. Mereka sukses menaklukkannya dengan straight game 21-18 21-13.

Puji Thailand Pengamanan Covid-19 yang Ketat, Tiongkok dan Jepang Absen

Dia merengkuh pelatihnya sekalian menitikan air matanya , dan mengutarakan, “Ayah Saya Sayang Kamu” ke publik media sesudah pastikan Juara Yonex Thailand Open 2021. Begitu juga, air mata itu ialah tangisan gembira Marin dan pernyataan terima kasih ke Ayahnya yang sudah berpulang pada Juli tahun kemarin. Mungkin hadiah khusus buatnya.

Untuknya, kemenangan dua game langsung atas Tai Tzu Ying, 21-9 dan 21-16 sangat terasa khusus. Karena sesudah kekalahan di Indonesia Master tahun kemarin, dia tidak pernah rasakan tribune paling tinggi kembali.

Tidak itu saja, gelar ini ialah buah perjuangan kerasnya sesudah comeback dari lukanya sepanjang 8 bulan. Mangkir 8 bulan membuat dia mengawali jauh dari awalnya kembali, rankingnya turun jauh sampai ke status 30-an waktu itu. Tetapi, perlahan-lahan kembali naik, set untuk set dia lewati. Quarter final, semi-final, sampai pucuknya capai final sekalian keluar sebagai jawara Yonex Thailand Open 2021. Antiknya, Dia kembali mengulang kemenangan yang serupa atas Tai Tzu Ying seperti pada Perancis Terbuka 2019. Waktu itu dia meraih kemenangan dengan straight game, dengan 21-16, dan 21-9.

Walaupun didera luka, rankingnya turun mencolok, sampai dia ditinggalkan Ayah tersayang sesudah Spain Master 2020 di Barcelona tidak menangguhkan tujuannya untuk selalu beprestasi. Impact Ajang jadi saksi. Permainan agresif dia perlihatkan, teriakan-terikan ciri khas kepunyaannya juga begitu. Gabungan permainan itu berbuah hasil manis. Juara Yonex Thailand Open Super 1000.

Dia menulis rekor baru untuk pribadinya sendiri. Pemain dari Hueca itu mencatakan diri sebagai pemain putri Eropa pertama yang sukses memenangkan kompetisi Super 1000 sekitar 3x.

Gresyia Dedikasikan Kemenangan untuk Si Kakak

Gresyia dipeluk Apriyani sesudah pastikan Juara di Final Thailand Open. Sumber: Twitter @BadmintonTalk

Tidak cuman Marin, di posisi yang serupa, Greysia Polii mempersembahkan piala pemenangnya itu ke si kakak tersayang yang sudah berpulang beberapa lalu. Dia sesungguhnya tiba ke Thailand dalam situasi duka. Tapi, benar-benar tidak menunjukkanya. Pemain senior itu tidak biarkan duka cita yang menerpanya memengaruhi perform di atas lapangan.

Viktor Axelsen, Motivasi Ayah Baru, dan Move on dari Cedera

Satu titel juara, satu finalis, dan dua semifinalis jadi perolehan Indonesia di kompetisi bulu tangkis BWF World Tur Yonex Thailand Open 2021 yang diadakan minggu kemarin.

Hasil itu termasuk bagus. Intinya karenanya kompetisi pertama sesudah bulu tangkis tidur panjang sepanjang 10 bulan karena wabah. Belum juga berlaga di periode wabah dengan implementasi prosedur kesehatan ketat.

Keseluruhannya, Indonesia bahkan juga jadi ‘juara umum’. Tetapi, walau bagus, perolehan itu belum optimal. Pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia semestinya dapat raih hasil lebih baik dari itu.

Beberapa badminton lovers (BL) Indonesia yang sepanjang seminggu kemarin memeriahkan jagad sosial media lewat banyak komentar mereka di beberapa account bulu tangkis, mengharap perolehan gelar lebih.

Bahkan juga jika dapat raih empat gelar, yaitu di nomor tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Sementara untuk tunggal putri harus sesuai kenyataan.

Keinginan itu yang dikumandangkan beberapa pencinta bulu tangkis saat Anthony Sinisuka Ginting dan teman-kawna tampil kembali di Thailand Open 2021 ‘sesi II’.

Ya, minggu ini, Thailand Open akan kembali diadakan. Kompetisi BWF World Tur Super 1000 ini diadakan mulai Selasa (19/1) sampai Minggu (24/1). Jika minggu kemarin, sponsornya Yonex, kesempatan ini Toyota.

Pertanyaannya, jika minggu kemarin Indonesia raih satu gelar melalui pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriani Rahayu, bagaimana di Thailand Open edisi II ini?

Jawabnya bisa banyak tergantung hasil dari mawas diri pemain dan penilaian pelatih mengarah pada performa di Thaland Open minggu kemarin.

Jika, Thailand Open sesion I tersisa pekerjaan rumah (PR) yang perlu dituntaskan, baik oleh pemain pelatih. Jika PR itu dapat dirampungi, perolehan di Thailand Open sesion II akan lebih bagus.

Tunggal Putra Gampang Raib Konsentrasi

PR apa sajakah?

Silahkan kita berbicara per bidang. Diawali pada tunggal putra. Kita ketahui, ada tiga tunggal putra Indonesia yang tampil di Thailand Open minggu kemarin.

Hasilnya, Shesar Hireen Rhustavito tersisih diperputaran II. Jonatan Christie out di perempat final. Anthony Sinisuka Ginting berhenti di semi-final. Jonatan dan Ginting kalah atas pemain yang serupa, Viktor Axelsen (Denmark) yang pada akhirnya menjadi juara.

Carolina Marin dan Greysia Polii, Menyaput Lara di Impact Arena

Apa anda melihat partai final Yonex Thailand Open akhir minggu kemarin? Bagaimana anda menyaksikan perform beberapa finalis di pertandingan terakhir? Apa beberapa momen terkesan yang anda rekam di Impact Ajang, Bangkok?

Untuk saya, sebagai kompetisi pembuka kalender BWF World Tur 2021, acara itu cukup sukses. Di tengah-tengah serangan wabah Covid-19 kompetisi itu dapat diadakan laiknya tingkat Super 1000.

Tidak gampang untuk pelaksana untuk pastikan tiap pemain, official, crew, dan beberapa faksi berkaitan yang lain dapat berperanan secara baik. Terhitung pastikan setiap faksi masih patuhi prosedur kesehatan tanpa argumen.

Memang tidak ada atmosfer bising persaingan yang terjadi di ajang laga. Kompetisi itu diadakan tertutup. Sepanjang laga juga, tidak ada tindakan sama-sama berjabat-tangan antarlawan, juga dengan petugas laga. Cukup diwakilkan gerakan tangan terkatup di dada sekalian membungkuk menuju musuh.

Setiap perlu jaga jarak. Piranti tambahan menyengaja didatangkan untuk meminimalkan interferensi antarmanusia di atas lapangan seperti distribusi kok. Beberapa pemain tak lagi dilayani secara eksklusif. Setiap ambil kok baru yang ada di tepi lapangan, juga secara berdikari amankan kok yang tidak terpakai di lokasi yang sudah disiapkan.

Banyak pengubahan yang terjadi di atas lapangan yang dapat kita urai panjang lebar. Tetapi di tengah-tengah bermacam kebatasan itu, laga untuk laga teratur diadakan. Lebih dari itu, beberapa fans di seantero jagad juga dapat terus melihat tindakan beberapa pemain lewat monitor kaca tv, computer, maupaun telephone pegang.

Nah, kecuali pada pihak pelaksana, operator dan tuan-rumah, kita perlu memberi animo ke beberapa pemain. Mereka telah memberi kita tontonan menarik. Selesai lebih dari 8 bulan vakum, beberapa fans tepuk bulu dapat kembali dihibur. Walaupun tidak seluruh pemain terbaik ikut, kompetisi antarkontestan masih ketat.

Penyelenggaraan Thailand Open dengan implementasi prosedur kesehatan yang ketat/https://twitter.com/badmintonphoto

Jatuh miskin

Setiap pemain memberi diri secara keseluruhan dengan semua keunggulan dan kekuarangan yang pada akhirnya kita tangkap. Sedikit yang mengetahui, begitu berartinya laga ini untuk beberapa pemain. Balik ke lapangan laga, kembali ujuk keterampilan, kembali beradu adrenalin dan psikis untuk memperoleh point, tribune, dan hadiah.

Seluruh Wakil Indonesia yang Tampil di Hari Pertama Toyota Thailand Open 2021 Lolos ke Babak Kedua

Semua kelompok pemain Indonesia yang raih satu gelar lewat Greysia Polii/Apriyani Rahayu di kompetisi tingkat super 1000 Yonex Thailand Open 2021 2 hari yang baru lalu, kembali tampil di kompetisi dengan tingkat yang serupa, tingkat super 1000 Toyota Thailand Open 2021 yang diadakan dari tanggal 19 s/d 24 Januari 2021.

Dalam kompetisi ini, Indonesia mengikutkan 16 wakilnya yang terbagi dalam 3 pemain bidang tunggal putra, 2 pemain bidang tunggal putri, 5 pasangan bidang ganda putra yang diantaranya diperkokoh oleh pasangan rangking dua dunia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang difavoritkan di urutan ke-2. Seterusnya 2 pasangan bidang ganda putri dan 4 pasangan bidang ganda campuran yang diantaranya diperkokoh oleh pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang difavoritkan di urutan ke-2.

Berdasar daftar favorit pemain, pemain Indonesia yang berkesempatan besar untuk tampil jadi juara ialah di bidang ganda putra yakni pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang difavoritkan di urutan ke-2 dan pasangan ganda campuran. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang difavoritkan di urutan ke-2. Disamping itu, pasangan ganda putri Greysia/Apriyani sebagai juara Yonex Thailand Open 2 hari lalu, berkesempatan besar tampil kembali sebagai juara.

Pemain Indonesia yang lain yang difavoritkan ialah Anthony Sinisuka Ginting yang difavoritkan di. Surutan ke-5 bidang tunggal putra, Jonatan Christie favorit ke enam bidang. Stunggal putra, Fajar/Rian difavoritkan di urutan ke-5 bidang ganda putra. Greysia/Apriyani difavoritkan di urutan ke-5 bidang ganda putri, Hafiz Faizal/Gloria difavoritkan di urutan ke-6 ganda campuran.

Hari awal yang dimainkan ini hari (Selasa,19/1/2021), Indonesia turunkan 6 wakilnya di set pertama. Di bidang tunggal putra, dua pemain yang di turunkan, lolos ke set ke-2 . Shesar Hiren Rhustavito jadi pembuka maju ke set ke-2 sesudah menang dua set. Slangsung atas pemain tuan-rumah Khosit Phetpradab dengan score 21-13, 21-13. Dituruti oleh favorit ke-5 Anthony Sinisuka Ginting maju ke. Sset ke-2 yang menang dua set langsung atas pemain India Sourabh Verma dengan score 21-16, 21-11.

Menatap Babak 16 Besar Toyota Thailand Open 2021 pada Sektor Tunggal Putra

Terlahir di sebuah dusun terasing di Sumatra Utara, persisnya di dusun Sorimadingin Kabupaten Tapanuli Selatan. Kini sedang tempuh study S1 pada program study Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pengetahuan Budaya, Kampus Brawijaya, angkatan 2017 dan ambil ketertarikan sastra. Dahulu mempunyai hoby memotong rambut dan bermain sepak bola di tepian daerah di dekat sungai Angkola tapi saat ini mulai menyenangi beberapa film Bollywood dan memperdalam dunia kepenulisan.

Seterusnya

Tutup

Set pertama Toyota Thailand Open 2021 Super 1000 diadakan pada Selasa dan Rabu (19 dan 20/1/2021) di Impact Ajang, Bangkok. Sekitar dua dari 3 tunggal putra yang sebagai wakil Indonesia sukses meluncur ke set 16 besar.

Ke-2 tunggal putra yang sukses meluncur ke set 16 besar itu ialah Shesar H. Rhustavito dan Anthony S. Ginting sedang Jonatan Christie harus tersisih di hari laga ini hari. Vito dan Ginting terlebih dahulu berlaga di hari Selasa daripada Jojo yang baru berlaga pada ini hari.

Vito yang sekarang ini berperingkat 18 dunia sukses menaklukkan wakil tuan-rumah, Khosit Phetpradab dengan straight game 21-13 dan 21-13. Kemenangan itu menambahkan keunggulan head to head dengan Khosit jadi 2-0, di mana pada tatap muka awalnya di Yonex-Sunrise Vietnam Open 2017 Vito sukses meraih kemenangan dengan straight game 21-19, dan 21-13.

Saat itu, pada hari yang serupa Ginting sukses meraih kemenangan dengan straight game 21-16 dan 21-11 saat bertemu dengan wakil India, Sourabh Verma. Kemenangan itu menambahkan. Shead to headnya jadi 3-0 sekalian jaga peluang untuk tampil di. BWF World Tur Finals 2020 yang akan dilaksnakan pada 27-31 Januari ini.

Hasil berlainan malah dicapai oleh Jojo, sesudah berusaha sepanjang 75 menit menantang wakil India berperingkat 28 dunia, Prannoy H. S, membuat Jojo harus mengaku keunggulan rivalnya dengan rubber set 21-18, 16-21 dan 23-21. Kekalahan itu sudah memutuskan keinginan Jojo untuk tampil di BWF World Tur Finals.

Mudah-mudahan ke-2 tunggal putra merah putih yang akan berlaga esok meraih kemenangan dan lagi meluncur ke set seterusnya.

3 Skuad Muda Siap Menambah Amunisi Indonesia dalam Persaingan Ganda Putra Dunia

Bidang ganda putra Indonesia nampaknya tidak ingin pergi dari supremasi kompetisi paling atas badminton dunia. Team bimbingan Herry Iman Pierngadi itu sering jadi unggulan Indonesia untuk raih titel juara di beberapa turnamen yang diadakan Badminton World Federation (BWF).

Dari daftar rangking paling akhir yang di-launching BWF, sekarang ini bercokol 3 ganda putra tanah air di rangking 10 besar dunia. Mereka ialah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang ada di rangking 1, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di rangking 2 dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di rangking 6 dunia.

Nyaris 10 bulan fakum dari BWF World Tur karena wabah covid-19, minggu kemarin. BWF kembali melangsungkan kompetisi Yonex Thailand Open Super 1000. Tetapi pantas sayang, mangkirnya beberapa pemain kelas atas terutamanya dari. Tiongkok dan Jepang, tidak bisa digunakan dengan bagus untuk raih titel juara dari bidang ganda putra dalam kompetisi ini.

Seperti dijumpai, team ganda putra Indonesia tidak berhasil memberangkatkan ganda putra nomor satu dunia The Minions. Meskipun sesungguhnya masihlah ada The Daddies dan Fajar/Rian yang semestinya benar-benar berkesempatan untuk menggondol titel juara. Tetapi apa akan dikata, ke-2 nya belum sukses menjadi yang terbaik.

Walau team ganda putra belum sukses memahat titel juara di tunamen Yonex. Thailand Open minggu kemarin, tetapi ada yang memikat pada tim muda ganda putra Indonesia yang dibawa ke Thailand.

Di kompetisi yang diadakan di Impact Ajang Bangkok itu, team ganda putra sukses loloskan 5 pasangan ganda putra. Hendra/Ahsan dan Fajar/Rian didampingi 3 tim muda yakni Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, Pramudya. Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dan pasangan juara dunia junior 2019 Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Sayang, di set pertama ke-2 tim muda itu harus sama-sama bertemu untuk amankan ticket set ke-2 Yonex Thailand Open. Akhirnya, Fikri/Bagas harus mengaku keunggulan Leo/Daniel dalam rubber set dengan score ketat 15-21, 29-27 dan 21-13.

Pasangan Fikri/Bagas sekarang ini tempati rangking 48 bidang ganda putra dunia. Muhammad Shohibul Fikri sekarang ini berumur 21 tahun, dia kelahiran 15 November 1999. Sementara pasangannya Bagas Maulana ialah kelahiran 20 Juli 1998.

Wakil Indonesia Mulai Rontok di Toyota Thailand Open 2021

Masuk hari ke2 kompetisi tingkat super 1000 Toyota Thailand Open 2021, wakil Indonesia mulai rontok. Hari awal yang dimainkan tempo hari (Selasa,19/1/2021), Indonesia turunkan 6 wakilnya di set pertama. Indonesia sukses menulis hasil 100%, semua maju ke set ke-2 . Hari ke-2 yang dimainkan ini hari (Rabu, 20/1/2021), Indonesia cuman loloskan 4 wakilnya dari 10 wakil Indonesia yang tampil di set pertama. 4 wakil Indonesia yang lolos ke set ke-2 ialah dari bidang ganda putra dan ganda campuran.

Bidang ganda putra, pasangan muda Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana yang sekarang ini berada di rangking 48 dunia bertemu dengan pasangan senior rangking 24 dunia dari Rusia Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov di atas lapangan 1 Impact Ajang, Bangkok. Awalnya dalam kompetisi Yonex Thailand Open, ke-2 pasangan ini sama luruh di set pertama.

Pasangan muda kita meskipun kesempatannya untuk maju ke set ke-2 lumayan berat ingat rangking dunia rivalnya lebih bagus, pada akhirnya sanggup memenangi laga lewat pertempuran rubber set yang berjalan sepanjang 48 menit dengan score 21-15, 16-21, 21-13.

Pasangan veteran rangking dua dunia yang mendapatkan panggilan “The Daddies. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan bertemu dengan pasangan rangking 22 dunia dari Inggris Marcus Ellis/Chris Langridge di atas lapangan 1 Impact Ajang, Bangkok. Awalnya dalam kompetisi Yonex Thailand Open, ke-2 pasangan ini sama luruh di set perempat final.

Ke-2 pasangan ini telah 4x sama-sama bertemu dan semua dimenangi oleh pasangan Hendra/Ahsan. Hendra/Ahsan yang difavoritkan di urutan ke-2 sanggup. Smanfaatkan kelebihannya untuk maju ke set ke-2 lewat kemenangan dua game langsung dalam kurun waktu 47 menit dengan score 23-21, 21-15.

Pasangan muda Pramudya. Kusumawardana/Yeremia Erich Yoce Yacob Rambitan yang sekarang ini. Sberada di rangking 65 dunia bertemu dengan pasangan rangking 66 dunia dari Perancis Vimala Heriau/Margot Lambert. Laga dimainkan di atas lapangan 3 Impact Ajang, Bangkok. Pasangan muda kita lolos ke set ke-2 sesudah. Sunggul dua game langsung dalam kurun waktu cuman 1/2 jam dengan score 21-14, 21-16.

Hendra/Ahsan Terhenti di Semi Final Toyota Thailand Open 2021

Hari awal yang dimainkan (Selasa,19/1/2021), Indonesia turunkan enam wakilnya di set pertama. Indonesia sukses menulis hasil 100%, semua maju ke set ke-2 . Hari ke-2 yang dimainkan (Rabu, 20/1/2021), Indonesia cuman loloskan empat wakilnya dari 10 wakil Indonesia yang tampil di set pertama.

Masuk hari ke-3 kompetisi tingkat super 1000 Toyota Thailand Open 2021 yang akan dimainkan ini hari (Kamis, 21/1/2021), 10 wakil Indonesia yang maju ke set ke-2 , kembali berusaha untuk ke arah perempat final. 10 wakil Indonesia yang lolos ke set ke-2 itu ialah dari bidang tunggal putra (dua wakil), tunggal putri (satu wakil), ganda putra (empat wakil), ganda putri (satu wakil) dan ganda campuran (dua wakil).

Bidang tunggal putra, pemain berumur 24 tahun rangking 6 dunia Anthony Sinisuka Ginting akan bertemu dengan rangking 20 dunia dari Hongkong Lee Cheuk Yiu di atas lapangan 2 Impact Ajang, Bangkok. Awalnya dalam kompetisi Yonex Thailand Open, Anthony Sinisuka Ginting luruh di set semi final, sedang Lee Cheuk Yiu luruh di set perempat final. Ke-2 pemain ini telah 2x sama-sama bertemu dengan hasil 1-1. Ginting yang difavoritkan di urutan ke-5 berkesempatan untuk maju ke perempat final.

Pemain berumur 26 tahun rangking 18 dunia Shesar Hiren Rhustavito akan bertemu dengan rangking. S42 dunia dari Denmark Hans Kristian Solberg Vittinghus di atas lapangan 3 Impact Ajang, Bangkok. Awalnya dalam kompetisi Yonex Thailand Open, Shesar luruh di set ke-2 , sedang Hans Kristian luruh di set pertama. Ke-2 pemain ini pernah sama-sama bertemu dengan hasil 1-0 untuk Hans Kristian. Kesempatan Shesar untuk maju ke perempat final fifty-fifty.

Bidang tunggal putri, pemain berumur 21 tahun rangking 21 dunia Gregoria Mariska Tunjung akan bertemu. Sdengan rangking 1 dunia dari Taiwan Tai Tzu Ying di atas lapangan 2 Impact Ajang, Bangkok. Awalnya dalam kompetisi Yonex Thailand Open, Gregoria luruh di set pertama, sedang Tai Tzu Ying tampil jadi Finalis. Ke-2 pemain ini seringkali sama-sama bertemu dengan hasil 6-0 untuk Tai Tzu Ying. Kesempatan Gregoria untuk maju ke set perempat final tipis sekali.

error: Content is protected !!