Terfavorit & Terbesar di Indonesia

Author: Renee Reynolds (page 1 of 5)

Nozomi Okuhara, Sosok Tunggal Putri “Mungil” Asal Jepang

Wabah Covid-19 membuat manusia harus hentikan bermacam jenis kegiatan rutin yang dilaksanakan. Ini karena virus yang demikian gampang menyebar antar manusia hingga keramaian harus dijauhi. Begitupun dengan aktivitas olahraga. Salah satunya ialah badminton.

Badminton pada tahun 2020 baru berjalan beberapa kompetisi. Diantaranya yang diadakan di Indonesia, yakni Indonesia Masters World Tur Super 500, tour dunia BWF tingkat 4. Tour Dunia BWF sendiri paling akhir dimainkan pada All England World Tur Super 1000, 11-15 Maret 2020. Selanjutnya, semua aktivitas BWF disetop sesaat.

Beberapa waktu berakhir, ajakan untuk mengawali lagi kompetisi berguling kembali. Beberapa olahraga telah mengawali lagi kompetisinya. Sebutlah saja liga inggris pada sepak bola atau Grand Slam US Open di tenis. BWF juga selanjutnya berusaha untuk menata ulang kompetisi yang akan diadakannya. Pada akhirnya, keluarlah keputusan jika Thomas-Uber Cup 2020 akan diadakan pada 3-11 Oktober 2020 di Denmark. Selanjutnya dilanjut dengan BWF World Tur Super 750 di Denmark sekitar 2x, yakni pada 13-18 Oktober 2020 dan 20-25 Oktober 2020. Kemudian, kompetisi seterusnya yang akan diadakan yakni Asia Open 1 dan 2 pada 10-15 November 2020 dan 17-22 November 2020. Kompetisi ini diperkirakan berjalan di satu negara yang serupa supaya pengerahan pemain tidak banyak. World Tur Finals 2020 diperkirakan diadakan sekalian sesudah usai Asia Open 2, yakni pada 25-29 November 2020.

Nah, dengan digerakkan kembali kompetisi dengan tingkat tinggi ini, diinginkan prosedur yang diaplikasikan di sini bisa berjalan dengan sukses. Ini bisa juga tingkatkan kembali keyakinan beberapa pemain dan team official akan prosedur kesehatan yang digerakkan hingga Asia Open yang diperkirakan di bulan Januari 2021 di Thailand bisa terselenggara. Silahkan kita doakan supaya Denmark Open bisa berjalan secara lancar tanpa kasus covid-19 dan silahkan kita doakan supaya Thailand Open kelak bisa berjalan seperti agenda. Tentu saja kita yang telah puasa demikian bulan akan kompetisi telah kangen menyaksikan atlet-atlet kebanggaan kita melantai kembali di atas lapangan badminton.

Inilah Skandal Kontroversial Atlet Bulu Tangkis Paling Menggemparkan Dunia

Dunia olahraga tidak terlepas dari bermacam kasus dan skandal. Tidak kecuali cabang olahraga bulu tangkis. Olahraga tepuk bulu ini pernah membuat gempar dunia oleh beberapa skandal salah satunya ialah kasus perselingkuhan yang dilaksanakan beberapa olahragawan bulu tangkis yang terkenal di dunia.

Bahkan juga skandal yang dirasakan oleh olahragawan bulu tangkis tidak berhenti-hentinya media menyorot kejadian itu. Lalu siapa saja pemain bulu tangkis yang pernah terlibat kasus dan skandal yang sukses mengguncangkan dunia? Berikut sejumlah nama olahragawan bulu tangkis yang terserang kasus dan skandal yang mengguncangkan dunia:

  • Lee Chong Wei

Diawali dengan kasus yang menerpa pemain tunggal putra unggulan dari negeri jiran Malaysia. Kasus ini terjadi di tahun 2014 lalu, beberapa pencinta bulu tangkis dibikin gempar dengan kasus dopping yang mengikutsertakan Lee Chong Wei. Peraup medali perak Olimpiade Rio 2016 itu, tidak lolos test dopping untuk mengikut kejuaraan dunia tahun 2014 di Denmark.

Pengecekan urin Lee Chong Wei dipastikan positif memiliki kandungan zat dexamethasone yang dilarang oleh BWF (Badminton World Federation). Dia mengaku konsumsi zat itu saat jalani perawatan cedera paha yang dirasakannya. Karena kasus itu, BWF jatuhkan larangan hukuman berlaga sepanjang delapan bulan dan medali perak kejuaraan dunia tahun 2014 yang dicapai oleh Lee Chong Wei juga pada akhirnya ditarik.

  • Lin Dan

Sumber: BWF TV Skandal selanjutnya menerpa salah satunya pemain tunggal putra terbaik asal negeri gorden bambu Tiongkok yakni Lin Dan. Peraup medali emas Olimpiade London 2012 itu membuat gempar pencinta bulu tangkis karena skandal perselingkuhan dengan salah satunya mode elok namanya Zhao Yaqi. Dan paling menggegerkannya kembali, jalinan perselingkuhan Lin Dan terjadi di saat si istri sedang memiliki kandungan buah cintanya.

Skandal perselingkuhan ini mulai menyingkap ke khalayak saat Lin Dan dan Zhao Yaqi ketangkap basah oleh camera CCTV sedang bermesraan berdua di tahun 2016 lalu. Beberapa foto mereka pada akhirnya menyebar di sosial media dan membuat gempar pencinta bulu tangkis.

Akibatnya karena skandal perselingkuhan itu. Lin Dan mendapatkan banyak hujatan dan kritik dari. Skhalayak yang membuat Lin Dan harus mengaku kekeliruannya dan mohon maaf ke si istri. Karena kebesaran hati si istri Xie Xingfang, dia juga maafkan tindakan suaminya sesudah melahirkan anak sulung mereka.

  • Kento Momota

Kevin Sanjaya Positif Covid, PBSI Harus Awasi Ketat Atletnya

Harapan Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon untuk raih prestasi di tiga laga bulu tangkis di Bangkok lenyap sudah. Bagaimana tidak, ini hari beberapa pencinta badminton se-tanah air mendapatkan berita yang tidak menyenangkan. Lewat account twitternya, PBSI umumkan jika Kevin (25) dipastikan positif covid-19. PBSI harus memperhitungkan supaya tim team Indonesia yang pergi ke Bangkok tidak terkena, khususnya dengan perubahan variasi baru virus korona. [/H3]

Sebenarnya Kevin/Marcus akan tampil di tiga kompetisi BWF secara berbarengan di Bangkok, Thailand. Ke-3 kompetisi itu terkategori BWF Super 1000 (kelompok ini ialah tingkat paling tinggi di kompetisi bulu tangkis dunia). Kompetisi pertama dengan diawali Yonex Thailand Open (12-17 Januari), selanjutnya Toyota Thailand Open (19-24 Januari). Paling akhir, ditutup dengan kompetisi Final BWF World Tur yang menghadapkan delapan pemain atau pasangan dengan rangking terbaik.

Gagalnya Kevin/Marcus membuat kemampuan team Indonesia menyusut. Tidak itu saja, ketidaksertaan mereka membuat beberapa penggemar bulu tangkis tidak bisa melihat performa menarik mereka di atas lapangan. Sebagai “world number one”, pasti beberapa penggemar badminton benar-benar sayangkan gagalnya mereka di kompetisi awalnya BWF pada tahun 2021. Apa lagi kompetisi kesempatan ini ialah acara badminton ke-2 semenjak All England di Inggris, yang digelar Maret lalu dan Denmark Open Oktober 2020. Maknanya nyaris sembilan bulan kita tidak nikmati sajian laga kelas dunia dari beberapa pemain bulutangkis dunia, dalam laga sah dari BWF.

Dalam informasi resminya, PBSI tuliskan catatan urutan Kevin positif Covid-19. Berikut urutan Kevin positif Covid-19, seperti dicatat dalam account twitter PBSI:

“Berdasar test paling akhir yang ditempuh Kevin pada 31 Desember 2020, hasil swab test PCR ia positif, papar dr. Octaviani, dokter di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. Tiga hari kemarin, Kevin sesungguhnya sempat jalani test sama di Rumah Sakit Partner Keluarga. Hasilnya, Kevin positif terkena virus SARS CoV-2”.

selanjutnya dalam informasi itu, menjelaskan Kevin sudah terinveksi semenjak 20 Desember 2020.

“Tanda-tanda terkena Covid-19 telah dirasa Kevin seputar medio Desember. Waktu itu, ia mulai tidak dapat menghirup bau makanan. Makan juga berasa cemplang. Kevin juga selanjutnya pada 20 Desember 2020 lakukan swab tes PCR di RS Partner Keluarha, Kelapa Gading, dengan hasil positif. Ia juga selanjutnya lakukan karantina mandiri di dalam rumah”.

H1 Thailand Open: Pemain Indonesia Jatuh Bangun, Pemain India Jadi Sorotan

Badminton atau bulu tangkis jadi olahraga yang cukup poppuler di negara kita ini. Siapa sich yang gak tahu permainan ini.

Untuk lakukan permainan ini diperlukan minimum dua orang. Tetapi ada juga permainan yang diselenggarakan dengan pemain ber-jumlah empat orang atau umum disebutkan dengan permainan bulu tangkis ganda.

Badminton dapat dimainkan dengan alat berupa bundar dengan rongga di atas pada pemukulnya dan diperlengkapi dengan gagang. Alat ini diberi nama dengan raket. Tetapi, bukan hanya hanya itu, raket adalah alat untuk memukul bola yang diberi nama dengan kok atau shuttlecock. Sesuai namanya “bulu tangkis”, bola badminton ini berupa segitiga atau kerucut yang dibuat dari bulu.

Kalian tentu sudah tahu dong, jika Indonesia pernah melahirkan olahragawan atau pemain bulu tangkis dengan segudang prestasi.
[H3] ALET YANG PERNAH MENGHARUMKAN NAMA INDONESIA [/H3]

Siapa olahragawan itu? Berikut susunan pemain bulu tangkis yang mengharumkan nama Indonesia ;

  1. Alan Budi Kusuma. Alan Budi Kusuma mulai ketarik dengan berolahraga ini semenjak dia ber-umur 7 tahun. Di umur nya yang cukup awal, dia berani untuk bergabung dengan club bulu tangkis Rajawali, di Surabaya. Bukan hanya sampai disana, karena kesungguhannya di dunia bulu tangkis, ia ikhlas tinggalkan kota kelahirannya, dan bergabung dengan club PB Jarum.

Alan capai pucuk profesinya di dunia bulu tangkis di tahun 1992. Ia sempat juga mengikut sebuah olimpiade yang diselenggarakan di Barcelona. Sesaat sesudah itu, ia jadikan pacarnya, Susi Susantu sebagai istrinya.

Tetapi, prestasi Alan bukan hanya disana saja. Alan sempat juga memenangkan laga ; Belanda Terbuka (1989), Thailand Terbuka, Cina Terbuka (1991), Jerman Terbuka (1992), Piala Dunia (1993), dan Malaysia Terbuka (1995).

  1. Antonius Budi Ariantho. Antonius adalah pemain berpestrasi dari binaan PB Djarum. Tetapi, ia cuman aktif s/d tahun 2001 saja. Kegiatannya pada bulu tangkis sudah pasti tidak stop. Sesudah menggantung raket, ia jadi pelatih di PB DJarum.
  2. Rudi Hartono. Walau sebelumnya ia menyenangi bermacam jenis cabang olahraga, seperti berenang, bola voli, dan sepakbola, tetapi pria dengan 9 bersaudara ini masih jadikan bulu tangkis sebagai ketertarikan paling besarnya. Ayahnya yang namanya Zulkarnaen Kurniawan sempat juga bermain badminton di persaingan kelas khusus di Surabaya.

Film “Susi Susanti: Love All”, Tunggal Putri Ludes, dan Cerita H2 Thailand Open

Awalnya tahun 2021 lalu, film biopik “Susi Susanti-Love All” yang diambil dari cerita pemain bulutangkis tunggal putri legendaris Indonesia, Susi Susanti, diganjar Piala Citra 2020.

Laura Basuki, si artis aktor Susi Susanti, dipilih menjadi juara Aktor Khusus Wanita. Film ini memperoleh nominasi kelompok film terbaik dan 12 nominasi untuk kelompok yang lain.

Sebatas mengira-ngira, saat Daniel Mananta dan Reza Hidayat memproduseri film yang menceritakan perjalanan hidup Susi Susanti sampai raih medali emas Olimpiade 1992 di Barcelona, saya percaya maksudnya bukan sebatas untuk raih penghargaan.

Saya percaya, ada keinginan yang lain ingin diraih dalam pengerjaan film ini. Jika bisa menebak, Daniel-Reza ingin supaya warga Indonesia semakin dapat menghargai perjuangan beberapa olahragawan yang sudah mengharumkan nama bangsa di ajang dunia.

Terhitung keinginan supaya atlet-atlet bulu tangkis Indonesia, intinya di bidang tunggal putri, dapat menduplikasi kegigihan, semangat tidak mudah menyerah, dan berprestasi pada tingkat global seperti Susi Susanti.

Beberapa pemain tunggal putri di Pelatnas PP PBSI seperti Gregoria Mariska, Ruselli Hartawan, Fitriani sampai mereka yang belasan tahun seperti Putri Kusuma Wardani dan. Stepanhie Widjaja, diinginkan dapat tumbuh jadi “Susi Susanti Baru”.

Keinginan yang entahlah sampai kapan akan kesampaian. Karena, walau hampir berakhir 29 tahun semenjak Susi menaklukkan Bang Soo-hyun di final tunggal putri Olimpiade 1992. Stidak ada kembali tunggal putri Indonesia yang raih prestasi sama di Olimpiade.

Jangankan juara di Olimpiade atau di tingkat Asian Games, untuk dapat menyaksikan tunggal putra. Indonesia naik tribune juara di tingkat kompetisi BWF World Tur saja. Ssulitnya seperti cari jarum di timbunan jerami.

Tunggal putri Indonesia tersisih cepat di Thailand Open 2021

Walau sebenarnya, beberapa pembenahan telah dilaksanakan oleh PP PBSI untuk mengoles tunggal putri. Salah satunya datangkan Rionny Mainaky sebagai pelatih.

Rionny awalnya sukses mengoles tunggal putri Jepang seperti Nozomi Okuhara dan Akane Yamaguchi jadi pemain yang berprestasi pada tingkat dunia. Okuhara (25 tahun) pernah menjadi juara dunia 2017 dan Yamaguchi (23 tahun) menjadi juara Asia 2019.

Kematangan “The Daddies” Redam Kegarangan “Tukang Gepuk” dari India

Kunlavut ialah pemain muda yang sangatlah baik, peletakan bolanya cukup mempersulit. Di depan saya percaya ia bisa saja pemain luar biasa.”

Begitu pujian Anthony Sinisuka Ginting tidak lama sesudah menggulingkan Kunlavut Vitidsarn di Impact Ajang, Bangkok, Kamis, (14/1/2020) petang WIB. Kemenangan dua game, 21-16,21-19 atas pemain tuan-rumah itu mengantarkan Ginting ke set perempat-final Yonex Thailand Open 2021.

Waktu 42 menit laga jadi saat yang mencekam untuk Ginting. Pemain 19 tahun itu sanggup memberi perlawanan. Seperti Ginting ucapkan, pemain kelahiran Bangkok itu berpotensi. Peletakan bola, kemampuan pukulan, gerakan, dan sudah pasti, psikis.

“Untuk seusianya, ia punyai kualitas. Saya baru melawannya ini hari untuk pertam akali dan saya dapat rasakan begitu bagusnya ia.” Ginting bicara ke situs BWF selesai pertandingan. Ginting mengakui ia mujur mempunyai pengalaman lebih hingga dapat menangani penekanan pemain itu khususnya di game ke-2 .

Ginting hadapi Kunlavut diperputaran ke-2 Thailand Open 2021/tangakapan monitor Youtube

Untuk pemain yang akrab dipanggil View, berjumpa Ginting tidak ubahnya peristiwa bernilai. Secara umur ke-2 nya tertaut enam tahun. Demikian pula dari sisi pengalaman. Ada di ranking enam dunia terang sebuah tanda. Ginting ialah tunggal putra kelas atas dunia.

Peralihan cepat

Kunlavut ialah pemain muda yang berkilau sekarang ini. Ini pantas dianggap. Remaja yang 11 Mei tahun ini berumur 20 tahun telah memberikan bukti di tingkat junior. Dia ialah pemilik tiga gelar Juara Dunia Junior. Sedikit pemain junior yang sanggup demikian berkilau. Dapat dihitung dengan jemari.

Ke-3 gelar itu dicapai secara berturut-turut. Hattrick itu dicatatkan pada edisi 2017 sampai 2019. Disamping itu, dia terdaftar sebagai Juara Asia Junior 2019. Triple juara dunia junior membuat sukses menyamakan perolehan seniornya di tim nasional Thailand, Ratchanok Intanon. Intanon 3x menjadi juara dunia tunggal putri setiap di 2009, 2010, dan 2011. Bukti pergantian bulu tangkis Negeri Gajah Putih berjalan dengan baik. Kurang dari 1 dasawarsa telah munculkan juara dunia baru yang ada dinegara asia tenggara.

Leo/Daniel “The Babies”, Harapan Baru Ganda Putra Indonesia

Demikianlah beberapa pencinta bulatangkis tanah air memberikan nama Leo/Daniel sesudah pastikan maju ke set semi-final Yonex Thailand Open 2021. Pujian untuk pujian juga banyak muncul, sejumlah besar menginginkan mereka jadi the next duet dadies. [/H4]

Bagaimana tidak, pasangan muda itu ialah salah satu wakil ganda putra Indonesia di set semi-final yang berjalan sabtu ini. Hendra/Ahsan yang digadangkan juara, gagal revans dari pasangan muda Korea. Mereka kalah dua set langsung di Impact Ajang, Bangkok, Jumat, (15/1/2021).

Dengan kekalahan ini, ringkas keinginan ganda putra bertopang pada Leo/Daniel. Bermain tanpa beban, pasangan muda itu sukses memperlihatkan permainan agresif mereka saat menggulingkan pemain senior Inggris, Marcus Ellis/Chris Langride.

Permainan yang cukup melelahkan itu awalannya diprediksikan akan dimenangi oleh pasangan Inggris. Karena peraup medali perunggu Rio 2016 itu bermain rapi dan bagus pada set pertama. Sedang Leo/Daniel belum juga memperoleh perform terbaiknnya. Hingga masih meraba-raba skema permainan mereka.

Walaupun bermain tidak mengagumkan pada set pertama, game ke-2 , Leo/Daniel bisa memimpin permainan. Bahkan juga memburu ketinggalan di set ke-3 dan berbuntut dengan kemenangan manis. Chris Langride dan Marcus Ellis seakan tidak yakin, mereka ditaklukkan oleh dua anak muda yang belia.Pada set ke-2 dan ke-3 ada reli yang lebih singkat dan kemungkinan permainan lebih tertutup di seputar net. Itu sesuai style mereka, di situlah mereka lebih kuat. Itu ialah seperti permainan kucing dan tikus. Sejumlah besar memaksakan kami bermain semacam itu. Tetapi anda harus memberi penghargaan ke mereka.

Seakan ingin membalas kekalahan di perempat final itu, Chris/Marcus juga menginginkan permainan ke-2 pasangan itu bisa terulang lagi dalam kurun waktu dekat. Sudah pasti di atas lapangan yang serupa, Impact Ajang, Bangkok, yang jadi venue Thailand Toyota Open 2021 senin kedepan.

Kemenangan rubber-set ini mengidentifikasi rekor baru pasangan muda itu. Mereka menulis rekor tidak pernah kalah sepanjang 9 laga paling akhir mereka. Semua dilewati dengan 3 game. Antiknya, mereka selalu kalah di set pertama. Ini penanda jika ke-2 nya perlu jam terbang semakin banyak kembali untuk mengasa perform dan persiapan di set awalnya.

Membuka Tahun 2021 Indonesia Tampil di Yonex Thailand Open

Sejumlah besar pemain pelatnas jalani karantina tertutup di pelatnas nyaris satu tahun lama waktunya karena wabah virus corona. Pada awal tahun ini beberapa pemain pelatnas kembali turun gunung untuk mengikut kompetisi tingkat super 1000 Yonex Thailand Open 2021 pada bulan ini.

Dalam kompetisi yang diadakan dari tanggal 12 s/d 17 Januari 2021 ini, Indonesia mengikutkan 16 wakilnya yang terbagi dalam 3 pemain bidang tunggal putra, 2 pemain tunggal putri, 5 pasangan bidang ganda putra yang diantaranya diperkokoh oleh pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang difavoritkan di urutan ke-2.

Seterusnya 2 pasangan bidang ganda putri, dan bidang ganda campuran yang mengirim 4 wakilnya yang diantaranya diperkokoh oleh pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang difavoritkan di urutan ke-2.

Melalui set pertama (Selasa dan Rabu, 12 dan 13 /1/2021), dari 3 wakil Indonesia yang di turunkan di bidang tunggal putra, semua sukses maju ke set ke-2 yakni Anthony Sinisuka Ginting favorit ke-5 yang menaklukkan pemain Korea Selatan. Heo Kwang Hee lewat pertempuran rubber set dengan score 21-15, 11-21, 21-16. Jonatan Christie favorit ke enam yang menaklukkan pemain Singapura. Loh Kean Yew lewat pertempuran rubber set dengan score 13-21, 21-10, 21-16. Dan Shesar Hiren Rhustavito yang menaklukkan pemain India Sameer Verma lewat pertempuran dua game langsung dengan score 21-15, 21-17.

Selanjutnya dari 2 wakil Indonesia yang di turunkan di bidang ganda putri, 1 pasangan sukses maju ke set ke-2 yakni. Spasangan favorit ke-5 Greysia Polii/Apriyani. Rahayu yang menaklukkan pasangan Canada Rachel Honderich/Kristen Tsai lewat dua game langsung dengan score 21-12 dan 21-11. Saat itu pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto kalah atas pasangan Perancis Emilie Lefel/Anne Tran dengan score 17-21, 17-21.

Yang memprihatinkan ialah di bidang tunggal putri, dari 2 wakil Indonesia yang di turunkan di bidang tunggal putri. Ssemua tidak berhasil maju ke set ke-2 . Yakni Gregoria Mariska Tunjung kalah atas pemain Korea Selatan Sung Ji Hyun lewat rubber set dengan score 21-15, 15-21, 14-21. Ruselli Hartawan kalah atas pemain Thailand Supanida Katethong dengan score 14-21, 16-21.

Memasuki Babak Semi Final Yonex Thailand Open 2021, Pemain Indonesia Masih Bertahan di 4 Sektor

Mencuplik kalimatnya Paulo Coelho di buku populernya, The Alchemist, semesta kemungkinan sedang bersekutu tidak memberikan dukungan tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, di set perempat final Thailand Open 2021, Jumat (15/1).

Bagaimana tidak, Jojo–pangilan Jonatan Christie–tampil ‘mengejutkan’ di laga ke-3 nya di Thailand Open 2021. Tetapi, surprise kesempatan ini konotasinya buruk.

Mengarah arti surprise di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), performa Jojo tempo hari tidak diperhitungkan. Mencengangkan. Bahkan bisa saja mengguncangkan mental penggemar fanatiknya.

Hadapi pemain Denmark, Viktor Axelsen di perempat final Thailand Open, Jumat (16/1), Jojo kalah dua game langsung. Ia kalah 14-21 di game pertama. Di game ke-2 , Jojo justru cuman mendapatkan 5 point. Ya, cuman 5 point!

Netizen yang dengan status pencinta bulu tangkis juga langsung bernada. Mereka menyebutkan angka 5 itu “score social distancing’ alias menjaga jarak. Karena, jaraknya begitu jauh dengan point Axelsen.

Awalnya, netizen punyai istilah “score Afrika” untuk menyebutkan kemenangan mutlak semacam itu. Tujuannya, pemain Afrika jika hadapi pemain Indonesia atau pemain dari negara tradisionil bulu tangkis, seringkali mendapatkan score di bawah 10.

Score ‘jaga jarak’ berikut sebagai akar surprise itu. Bagaimana dapat, Jojo yang tahun kemarin membuat frustrasi Axelsen di French Open melalui kemenangan rubber set, kesempatan ini main amburadul.

Ya, di semi-final French Open pada 26 Oktober 2019 lalu, Jojo membuat Axelsen kalah baper. Saat itu, Jojo sempat pernah kalah mutlak di game pertama 7-21. Tetapi, di game ke-2 , Jojo hampir kalah. Tetapi, ia dapat come back dan kembali menang 22-20.

Di game penetapan, Axelsen telah unggul 19-14. Siapa kira, Jojo dapat meyusul 19-19. Lalu, meraih kemenangan dengan score 21-19. Itu mengagumkan. Walau, Jojo tertolong kndisi Axelsen yang sempat pernah mendapatkan perawatan karena kram.

Ada apakah denganmu, Jojo?

Tetapi, itu narasi kemarin. Kesempatan ini, Axelsen lebih siap hadapi Jojo. Sementara Jojo justru seakan kehilangan keganasannya di Paris.

Pernah sewindu bekerja di ‘pabrik koran’. The Headliners Kompasiana 2019 dan 2020. Nominee ‘Best in Specific Interest’ Kompasianival 2018. Saya dapat dikontak di e-mail : omahdarjo@gmail.com.

Seterusnya

Tutup

Ginting dan Reverse Card Axelsen di Semifinal Yonex Thailand Open

Anthony Sinisuka Ginting tidak sanggup membalas kekalahan Jojo yang kalah di perempat final tempo hari. Hadapi Viktor Axelsen di semi-final Yonex Thailand Open, Ginting kalah rubber-set sepanjang 63 menit. Ginting kalah dari 19-21, 21-13, dan 13-21.

Ginting di Reverse Card Axelsen yang berada di negara asia.

Pinjam istilah beberapa pencinta bulu tangkis yang beradu argument di kolom twitter Badminton Talk, “Ginting di Reverse Card Axelsen” pada pertandingan Semi-final, yang berjalan sepanjang 63 menit itu.

Bagaimana tidak, Axelsen yang dibikin bermain tidak karuan, dengan adanya banyak kekeliruan di game ke-2 , mengubah kondisi di set penetapan. Ia sukses mengulang permainan yang serupa tepat awalnya. Tetapi, kesempatan ini, Ginting yang lakukan apa dirasakan oleh Viktor.

Ia semakin banyak lakukan kekeliruan dibanding jumlah point yang didapat. Minimal ada 877 respon bersuara sama dari beberapa badminton lover yang menghias kolom komentar twitter Badminton Talk tidak lama sesudah Axelsen mengamankan menangnya dengan 21-13.

Beberapa warganet menjelaskan Ginting ngantuk di set paling akhir, sesudah berganti-gantian dengan Viktor di set ke-2 . Tujuannya, permainan Ginting pada set paling akhir kontras dengan set ke-2 . Ia semakin banyak lakukan kekeliruan. Seperti kata peribahasa, error yang dibikinnya sudah jadi lumbung point rivalnya, yang memberikan keuntungan Axelsen.

Semenjak awalnya game pertama, ke-2 nya memperlihatkan permainan yang ketat. Bahkan juga itu berjalan sampai score 19-19. Ginting semakin banyak mendesak dengan gempuran kombinasinya. Smash dan dropshotnya sedikit membuat Viktor kerepotan. Sampai badai virus menerpa ginting. Error yang “berjibun”.

Ini istilah baru yang dipasangkan netizen saat pemain lakukan kekeliruan yang tidak terhitung kembali. Sekalian membuat musuh untung, sementara yang membuat buntung. Itu yang dilaksanakan Ginting di atas karpet hijau di Impact Ajang, Bangkok pada Sabtu, (16/1/2021).

Ginting suka sekali membuat kekeliruan sendiri sampai rugi sendiri.

Awalnya game ke-2 , pemain dari Cimahi itu sempat pernah unggul 6-4, kekeliruan untuk kekeliruan menghantuinya. Axelsen tidak demikian kuras tenaganya tutup jeda ke-2 dengan score 11-7. Perjuangan Ginting sesungguhnya kembali diawali sesudahnya.

Barcelonista, Gooners. Membaca dan menulis ialah fasilitas share

Seterusnya

Tutup

error: Content is protected !!